Chapter 1
"Rumah Pelangi"
Willy masih sedih. Ini hari ketujuh kematian Bunda Puspa. Ibu yang begitu disayangi Willy.
"Bunda Puspa adalah orang yang baik" Yoga mencoba menghiburnya sembari memberi segelas teh hangat.
Willy tersenyum dan mengambil teh itu.
"Sekarang bagaimana. Apa rencanamu kedepan" Yoga berkata sembari menghidupkan sebatang rokok.
Willy tidak menjawab. Saat ini dia tidak tahu berbuat apa apa. Saat ini dia hanya berfikir meneruskan toko yang di bangun Bunda Puspa.
Bunda Puspa adalah ibu yang baik. Membesarkan Willy dan Yoga dengan penuh kasih sayang. Yoga bukan anak kandung bunda. dia seorang anak jalanan yang dibawa bunda. Namun tak satupun terlihat perbedaan kasih sayang di berikan bunda kepada keduanya. Bunda hanya sendiri. Sampai kematiannya tak sekalipun Willy tahu siapa Ayahnya.
Willy anak yang tenang dan sangat pintar. Kecerdasannya sungguh mengagumkan. Seorang yang pendiam dan tenang. secara fisik dia sangatlah maskulin. kulitnya putih dengan rambut yang selalu rapi. namun hal yang membuatnya menjadi tampan adalah bola matanya yang coklat dan tajam.
Berbeda dengan Yoga. Celana jeans sobek di dengkul. Jaket kulit dan rambut ikal pirang dan panjang. Selalu di ikatnya di belakang. Kalau bukan karena wajahnya yang putih dan tampan. Mungkin para wanita akan menutup hidung jika dia lewat.
Semenjak SMA mereka tak jauh berbeda. Yoga tidak bodoh dan tidak selengek. Mereka berdua seperti pinang dibelah dua. Namun saat tamat. Willy kuliah Kedokteran di Ohaio Hawai. Dan Yoga tidak kuliah. Dia lebih memilih belajar pencak silat di pedalaman Minangkabau. Setelah 3 tahun dia pulang dan berubah menjadi seorang petarung jalanan yang di takuti di seluruh Surabaya.
Sudah 2 tahun Willy mendapat gelar Dokternya. Willy dan Bunda Puspa membuka Yayasan "Rumah Pelangi". Mereka senang membantu anak jalanan. Berdua, mereka menjadi dermawan yang sangat di kenal.
Sekarang suram. Kematian Bunda Puspa membuat yayasan ini menjadi terbengkalai. Willy tidak bisa mengurusnya. Apalagi Yoga. Satu satunya yang bisa membantu adalah Umi Ria.
"Ummi, Mohon jaga baik baik yayasan ini. Bunda pasti senang jika Ummi bisa menjaganya" Kata Willy yang sepakat agar Rumah Pelangi di urus oleh Ummi Ria.
"Memang apa rencana kamu Willy" tanya Ummi.
"Mungkin ke Prancis Ummi, mencoba mendalami ilmu di sana" katanya
"Tapi ada hal yang akan umi bicarakan Willy." Kata ummi dengan pelan .
"Ini tentang ayahmu......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar